19 Tentara Inggris Kembali Tewas di Wilayah Helmand

HELMAND (Arrahmah.com) – 19 tentara kafir Inggris tewas dan 18 lainnya terluka dalam sebuah pertempuran antara tentara kafir dengan Mujahidin Afghanistan, Senin (29/12) malam.
Pertempuran meletus di wilayah Khalj, Distrik Nawa, Provinsi Helmand.  Pertempuran terjadi sejak sore hari dan terus berlanjut hingga menggugurkan belasan tentara kafir.

Di hari yang sama (29/12) pada malam hari sekitar pukul 20.00 waktu setempat, 35 angkatan perang boneka menyerah terhadap mujahidin Afghanistan, 4 di antara mereka ditangkap.  Peristiwa berlangsung di Provinsi Farah, para tentara boneka menyerah ketika mujahidin menyerang empat pos keamanan di Baghpol, Zanjer, Masado dan Shekhan.  Empat puluh macam senjata berbagai jenis dirampas mujahidin dalam serangan tersebut.

Esoknya (30/12) pagi, sebuah tank milik tentara Polandia dihantam di wilayah Ghazni.  Sekitar pukul 11.00 pagi, tank Polandia melintas di Provinsi Ghazni, Mujahidin melalui remot meledakkan bom yang berada tepat di bawah tank tersebut.  Menewaskan seluruh tentara kafir teroris yang berada di dalamnya.

Sore harinya masih di hari yang sama (30/12), Mujahidin Emirat Islam Afghanistan melakukan serangan ke basis militer di wilayah Kunar.  Dalam serangan dua tentara kafir tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka.  Mujahidin juga menghancurkan basis militer tersebut. (Hanin Mazaya/arrahmah.com)

Komentar bertahan »

ICOS : Taliban Menguasai 72 Persen Afghanistan

ICOS : Taliban Menguasai 72 Persen Afghanistan

Jubir NATO James Appathurai mengutuk sebuah laporan dari International Council on Security and Development (ICOS) dengan kata-kata “itu sebuah laporan yang tidak kredibel”, ini setelah organisasi independen itu menyatakan bahwa Taliban sudah menguasai 72 persen wilayah Afghanistan. Pemerintah Afghan, seperti juga NATO mengkritik laporan itu sebagai “metodologi yang dipertanyakan”.

ICOS menjelaskan presentase kenaikan rata-rata, bahwa satu gerilyawan Taliban melakukan serangan satu minggu sekali selama setahun, sedangkan jumlah gerilyawan saat ini bisa dikatakan merata di penjuru Afghanistan. Namun NATO tetap bersikukuh bahwa “Taliban hanya terlihat di wilayah Afghanistan selatan dan timur saja dan itu tidak lebih dari 50 persen.

Sebenarnya bagaimana NATO bisa mengatakan laporan ini tidak jelas, padahal serangan udara Amerika di propinsi Herat kerap terjadi dan ditujukan kepada Taliban, sedang Herat posisinya berada di baratlaut atau pojok dari Afghanistan. Padahal mereka mengatakan Taliban hanya di wilayah selatan dan timur, sedang serangan udara sering dilakukan Amerika di selain dua wilayah itu, lalu siapa target serangan udara itu?

Demikian juga laporan dari polisi lokal yang mengatakan bahwa Taliban juga menempatkan pasukannya di sepanjang area perbatasan Iran.

Laporan ICOS yang dibantah NATO dan pemerintah Afghanistan itu juga menyebutkan bahwa Taliban sudah mulali kelihatan “batang hidungnya” di sekitar ibukota Kabul.[fais/wire]
www.muslimdaily.net

Komentar bertahan »

Bagaimana Engkau Menyia-nyiakan Amalan Paling Utama?

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas‘ud ra bahwa dia berkata, “Aku tanyakan kepada Nabi saw, ‘Amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah.’ Beliau menjawab, ‘Menunaikan shalat tepat pada waktunya’.”[1]

Saudaraku sesama muslim, bagaimana engkau bisa menyia-nyiakan amalan paling utama di sisi Allah dan Rasul-Nya? Apa yang dapat memberikan ganti untukmu darinya? Apa pula ruginya jika engkau berupaya keras untuk memperoleh amalan paling utama sehingga engkau mendapatkan pahala paling utama pula? Apakah Rabb-mu memberikan beban kepadamu di atas kemampuan yang engkau miliki jika Dia mewajibkan shalat kepadamu agar engkau tunaikan tepat pada waktunya?

Untuk menguatkan dan menegaskan kembali bahwa shalat merupakan amalan paling utama, perhatikanlah baik-baik uraian berikut ini:

Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Supir Bin Laden dipenjara 66 bulan

Hamdan
Inilah pengadilan kejahatan perang pertama Amerika sejak Perang Dunia II

Mantan supir Osama Bin Laden dihukum lima setengah tahun penjara dalam pengadilan militer pertama di Teluk Guantanamo. Salim Hamdan dinyatakan bersalah hari Rabu karena mendukung tindak terorisme, namun dinyatakan tidak bersalah merencanakan pembunuhan.

Jaksa menuntut hukuman tidak kurang dari 30 tahun namun Hamdan, seorang warga Yaman, meminta keringanan.

Hakim militer sebelumnya menyatakan bahwa Hamdan telah menjalani 61 bulan penjara dan ia mungkin hanya mendekam di penjara selama lima bulan lagi.

Namun, Amerika pada awalnya menyatakan mereka dapa tmenahan semua yang disebut sebagai “pejuang musuh” secara tidak terbatas waktunya sepanjang apa yang mereka sebut perang melawan teror berlanjut.

Wartawan BBC Kim Ghattas yang meliput persidangan itu mengatakan hukuman itu merupakan pukulan bagi Presiden Bush dan ditetapkan hanya setelah perundingan selama satu setengah jam.

(sumber: bbc.co.uk)

Komentar bertahan »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.